Perbedaan Gonore dan Sipilis? Serta Cara Pengobatanya

Apa Beda Gonore dan Sipilis? Perbedaannya Ada Disini!

Perlu diketahui perbedaan sifilis dan gonore serta penyakit menular seksual lainnya sehingga lebih tepat cara pengobatan yang dipilih. Ada banyak jenis penyakit seksual yang dikenal dalam masyarakat Indonesia. Dan umumnya diketahui setelah terjadi gejala serius yang menyebabkan kerusakan parah pada organ. Pada tahap yang parah seperti ini pengobatan sudah sangat sulit dilakukan.

Penyakit seksual menular yang parah biasanya lebih dikenal dengan HIV. Masyarakat sudah sangat akrab dengan jenis penyakit ini. Dikenal dengan penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Dan benar adanya bahwa penurunan imun dan kerusakan organ yang disebabkan HIV sulit dipulihkan. Namun sebenarnya hal yang sama juga terjadi pada penyakit seksual lainnya.

Sifilis dan gonore juga dapat menyebabkan kerusakan berat pada organ jika tidak ditangani sedini mungkin. Masa inkubasi penyakit seksual menular terbilang lama, bisa sampai puluhan tahun. Sehingga jarang terdeteksi apa seseorang mengidap penyakit seksual atau tidak. Maka perlu diketahui masing-masing jenis penyakit seksual supaya segera dilakukan pengobatan ketika terjadi gejala. 

Perbedaan Gonore dan Sipilis

Perbedaan sifilis dan gonore diantaranya dari sebab penyakit. Sifilis disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum. Bakteri ini masuk ke dalam tubuh manusia melalui kontak seksual langsung dan menyebar mengikuti aliran darah. Selain sifilis ada beberapa penyakit seksual lainnya yang disebabkan bakteri Treponema pallidum seperti patek atau frambusia, pinta dan bejel. 

Gonore disebabkan karena infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae. Seperti halnya sifilis, bakteri ini masuk melalui kontak seksual secara langsung baik melalui vaginal, anal dan oral. Dari penderita atau karier ke orang yang sehat. Pada saat terjadi kontak seksual tidak langsung dirasakan gejala. Namun gejala baru muncul setelah beberapa hari setelah penularan. 

Baca Juga :   Mencegah Gonore Kambuh Kembali, Begini Caranya . . .

Perbedaan Gonore dan Sipilis dari Gejalanya

Perbedaan sifilis dan gonore juga tampak pada gejala yang ditimbulkan oleh infeksi bakteri. Bakteri Treponema pallidum yang menyebabkan penyakit sifilis akan menunjukkan infeksi pada 10 sampai 90 hari setelah penularan atau terjadinya kontak seksual dengan penderita. Gejala awal yang dirasakan pasien sifilis ini menandakan bahwa penyakit masuk dalam stadium primer. 

Pada stadium primer infeksi ditunjukkan dengan adanya luka dangkal pada area terjadinya kontak langsung seperti alat kelamin bagian luar, anus dan area sekitar mulut dan bibir. Luka yang muncul seringnya tidak menimbulkan rasa nyeri, sehingga tidak mengganggu aktifitas sehari-hari. Wanita umumnya merasakan gatal namun sering dianggap sebagai gatal karena jamur

Gejala sifilis pada stadium primer ini akan hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan apapun. Dalam waktu 2 sampai 6 minggu luka akan hilang sehingga tidak lagi nampak adanya kelainan apapun. Namun pada fase ini bakteri masih aktif dan kembali akan menunjukkan gejala 1 sampai 2 bulan kemudian yang disebut stadium sekunder. 

Gejala gonore muncul setelah 10 sampai 20 hari setelah kontak seksual langsung dengan karier atau penderita. Gejala pada tahap ini juga seringnya diabaikan oleh pasien. Pada pria ditandai dengan meningkatnya frekuensi buang air kecil, keluar nanah dari penis, pembengkakan kulup atau bukaan penis, nyeri dan pembengkakan testis serta nyeri tenggorokan. 

Gejala pada wanita sering dianggap keputihan atau infeksi karena jamur. Ditandai dengan keluarnya cairan putih hingga kehijauan dari vagina, meningkatnya frekuensi buang air kecil dan terasa nyeri, nyeri ketika berhubungan seksual, muncul flek padahal tidak menstruasi, pembengkakan vulva, nyeri tenggorokan sampai demam. Sembelit juga bisa merupakan salah satu gejala gonore.

Baca Juga :   Seperti Apakah Bahaya Gonore Ketika Sperma Keluar Nanah?

Pada gejala gonore yang muncul, biasanya pasien akan langsung memeriksakan diri ke dokter. Karena munculnya nanah pada saat buang air kecil menimbulkan rasa panas atau nyeri yang mengganggu. Salah satu perbedaan sifilis dan gonore, dimana sifilis umumnya masih diabaikan oleh pasien. Pada pengobatan gonore, gejala akan hilang setelah beberapa hari. 

Pengobatan Sifilis dan Gonore

Pengobatan sifilis dan gonore bisa dilakukan dengan pemberian antibiotik, karena keduanya adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Sangat disarankan untuk segera menemui dokter spesialis untuk pengobatan medis. Namun pada pasien yang sungkan memeriksakan diri bisa dengan pengobatan mandiri menggunakan obat Olamix. Mengandung antibiotik efektif menyembuhkan dalam waktu 3-4 hari saja. 

Pasien bisa mendapatkan obat Olamix melalui shopee dengan kata kunci Olamix. Selama proses pengobatan penyakit sifilis ataupun gonore, pasien akan mendapatkan konsultasi dan pendampingan gratis dari tim Olamix. Sehingga pasien tidak merasa sendiri dan lebih termotivasi. Ada 2 type Olamix yaitu type A dan type B bisa disesuaikan dengan kebutuhan.Selama pengobatan baik sifilis maupun gonore, pasien dianjurkan untuk tidak melakukan hubungan seksual dengan siapapun sampai dinyatakan benar-benar sembuh dan bersih dari bakteri penyebab penyakit. Hal ini bertujuan untuk menghindari penularan kembali sehingga pengobatan lebih efektif. Perbedaan sifilis dan gonore tidak terlalu signifikan berhubungan dengan cara menghindari penularannya selama pengobatan.

Metode Menyembuhkan Sipilis

Sebelum menanggapi pertanyaan apakah sipilis dapat membaik keseluruhan, butuh diketahui kalau metode mengobati sipilis cuma dengan pemberian antibiotik.

Umumnya antibiotik yang diberikan merupakan penisilin. Tetapi bila pengidap mempunyai alergi kepada penisilin, maka antibiotik yang dapat diberikan adalah doxycycline, azithromycin, tetracycline, Olamix serta ceftriaxone. Obat obatan tersebut hanya bisa di beli dengan resep dokter kecuali Olamix, Olamix terjual bebas di apotik terdekat bahkan di market place seperti shopee dan tokopedia pun ada

Pengidap yang berada pada tingkatan sipilis primer, sekunder, serta laten awal masih bisa diatasi dengan pengobatan seperti olamix, Biasanya penderita akan sembuh dalam tempo tiga hari setelah mengkonsumsi olamix.

Baca Juga :   Apa Itu Gonore dan Apakah Berbahaya? Ini Jawabannya!

Namun penderita tahapan sipilis laten yang akut biasanya diberikan pengobatan berbentuk injeksi penisilin per minggu.

Leave a Comment

Dapatkan Konsultasi Gratis Untuk Sifilis Disini