Apa Perbedaan Gonore dan Klamidia?

Seberapa penting mempelajari perbedaan gonore dan klamidia? Mengetahui macam penyakit kelamin diperlukan sebagai antisipasi diri supaya tidak mengalami resiko penyakit yang sama. Dengan mengetahui karakteristik masing-masing penyakit dan resiko penularannya bisa sedini mungkin dihindari. Sebab tidak menutup kemungkinan pasangan yang menikah dan akan menikah salah satunya adalah karier atau pasien.

Apalagi untuk anak muda dengan gaya hidup dan pergaulan bebas yang dekat dengan seks bebas. Membekali diri dengan pengetahuan seputar penyakit kelamin sangat penting agar ketika merasa terpapar langsung dapat menentukan solusi pengobatan terbaik. Sehingga lebih cepat sembuh dan muncul kepedulian untuk menjaga kebersihan serta kesehatan diri sendiri dan lingkungan.

Penyakit kelamin yang ada di Indonesia dan berpotensi menular bukan hanya HIV AIDS. Meskipun penyakit kelamin menular lainnya tidak seganas HIV AIDS namun jika diabaikan efek jangka panjangnya kurang lebih sama. Menyebabkan gangguan kesehatan berat yang berhubungan dengan organ dalam. Beberapa penyakit yang harus diwaspadai adalah sipilis, gonore dan klamidia.

Perbedaan Gonore dan Klamidia

Perbedaan gonore dan klamidia paling utama adalah faktor penyebabnya. Gonore adalah penyakit kelamin menular yang disebabkan oleh adanya infeksi bakteri Neisseria gonorrhea. Bakteri hidup dan berkembangbiak serta membentuk koloni di are lembab tubuh manusia. Bagian tubuh yang terserang adalah uretra (saluran kandung kemih), vagina, anus, saluran reproduksi, mata dan tenggorokan.

Namun bakteri penyebab gonore lebih banyak ditemukan pada alat genital. Pada wanita ditemukan pada saluran reproduksi mulai dari tuba falopi, rahim dan leher rahim. Itulah sebabnya bakteri ini pada perkembangannya yang tidak mendapat penanganan tepat bisa menyebabkan gangguan kesuburan. Bahkan menyebabkan kehamilan ektopik atau hamil anggur yang berbahaya bagi kesehatan.

Baca Juga :   OBAT GONORE dan PENGOBATANYA GONORE YANG TEPAT

Klamidia merupakan penyakit kelamin menular ayng disebabkan bakteri Chlamidia trachomatis. Meskipun lebih banyak didapati pada wanita tetapi klamidia juga dapat menginfeksi pria. Bakteri penyebab klamidia hidup dan menginfeksi leher rahim (serviks), anus, uretra, mata dan tenggorokan serupa dengan bakteri penyebab gonore. Kasus klamidia lebih banyak ditemukan daripada gonore dan sipilis.

Seringnya pasien tidak menyadari terinfeksi bakteri penyebab klamidia sebab tidak muncul gejala. Bahkan hingga berminggu-minggu setelah melakukan hubungan seksual tidak aman dan terpapar bakteri. Bakteri bisa ditularkan melalui hubungan seksual langsung melalui vaginal, anal dan oral. Klamidia pada wanita yang luput dari pengobatan dapat menyebabkan masalah kesuburan dan sulit hamil.

Perbedaan Gonore dan Klamidia dari OLAMIX
Perbedaan Gonore dan Klamidia dari OLAMIX

Perbedaan Gonore dan Klamidia dari Gejala yang Nampak

Perbedaan gonore dan klamidia juga bisa dilihat dari munculnya gejala penyakit. Gonore pada wanita tampak pada keluarnya cairan keputihan berlebih berwarna pekat kuning atau kehijauan, seringnya buang air kecil, pembengkakan vulva dan kelenjar getah bening, nyeri panggul, mata merah dan bengkak, menstruasi berlebihan, muncul artitis septik, dan nyeri pada tenggorokan.

Pada pria, gonore lebih mudah dikenali dari gejala keluarnya nanah atau cairan berwarna putih keruh, kuning, krem atau kehijauan dari penis. Gejala lain yang menyertai aalah nyeri tenggorokan seperti radang hingga menyebabkan kesulitan menelan, frekuensi buang air kecil meningkat, konjungtivitas atau mata memerah dan bengkak, pembengkakan area penis dan testis.

Klamidia banyak ditemukan pada usia 14 sampai 24 tahun dan dapat sembuh lebih mudah dengan pengobatan. Gejala yang muncul adalah nyeri perut bagian bawah, keputihan berlebih, pendarahan ketika tidak sedang menstruasi, iritasi rectum, nyeri ketika berhubungan seksual, pendarahan setelah berhubungan seksual, dan frekuensi buang air kecil meningkat disertai rasa nyeri.

Baca Juga :   Bagaimana Cara Penularan Gonore Pada Wanita Dan Bayi?

Pada pria gejala klamidia ditandai dengan nyeri pada saat buang air kecil, lebih sering buang air kecil dari biasanya, pembengkakan pada salah satu buah zakar, terdapat luka pada penis dan menimbulkan rasa gatal dan terbakar. Pada pria jarang menimbulkan komplikasi namun klamidia dapat menyerang saluran sperma sehingga muncul nyeri testis.

Perbedaan Gonore dan Klamidia dari Cara Pengobatan

Gonore dan klamidia sama-sama disebabkan oleh infeksi bakteri. Dalam pengobatannya tidak terdapat perbedaan signifikan. Keduanya bisa sembuh dengan pemberian antibiotik baik secara suntik maupun kapsul untuk diminum. Pengobatan bisa dilakukan secara medis dengan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Dokter akan memberikan suntikan antibiotik untuk menyembuhkan penyakit sesuai gejala yang dialami pasien.

Pasien juga bisa melakukan pengobatan secara mandiri menggunakan Olamix. Obat ini mampu menyembuhkan penyakit kelamin dalam 3-4 hari. Terdapat 2 type obat yaitu type A dan type B. Olamix type A memiliki efektifitas lebih tinggi mampu menyembuhkan gejala penyakit lebih cepat secara permanen, meskipun harganya lebih mahal daripada type B.

Obat ini bisa didapatkan secara online melalui shopee dengan kata kunci Olamix. Obat ini harus diminum habis meskipun gejala sudah sembuh. Selama pengobatan pasien akan mendapatkan  pendampingan dan konsultasi gratis untuk memantau perkembangan penyakit. Tidak ada perbedaan gonore dan klamidia dalam cara pengobatan dan keduanya bisa sembuh total secara permanen.

Leave a Comment

Dapatkan Konsultasi Gratis Untuk Sifilis Disini